
Genderang perang yang di tabuh oleh manajemen persis solo ternyata membuat kalangan grass root meradang. gaji pemain selama 5 bulan yang ditahan oleh manajemen membuat uring-uringan kelompok suporter persis solo tersebut. hal ini di karenakan pasoepati ternyata merasa di hianati oleh ketua umum persis solo dan jajaran menajemen.
Perjuangan mendukung laskar sambernyawa agar selamat dari jurang degradasi ternyata tidak mendapat respon positif dari ketua umum. saling lempar tanggung jawab adalah tindakan manajemen terhadap tuntutan para pemain persis solo yang menginginkan gaji dan bonus mereka di bayar lunas.
Senada dengan para pemain, sang presiden pasoepati bahkan mengecam keras tindakan manajemen yang ingkar dari tanggung jawabnya. ” seluruh pemain sudah memberikan tanggung jawabnya dengan bermain sepenuh hati, sekarang saatnya manajemen memberikan apa yang menjadi hak para pemain tersebut” ungkap satryo.
Prapto koting pun mengungkapkan hal serupa, ” manajemen bertingkah lebih buruk dari bonek yang suka ngemplang jika membeli, sungguh memalukan kota solo sebagai kota yang santun”. abraham EWT harusnya berani datang ke mess persis untuk memberikan klarifikasi ke pemain, bukan malah menghilang.
Pasoepati sekarang bersiap menabuh genderang perang kepada manajemen jika tetap mengingkari kewajibanya kepada pemain persis solo. siapkan diri anda untuk aksi menyelamatkan persis solo.
Filed under: sepakbola | 1 Comment
Tags: Pasoepati, Persis Solo


Termasuk perang melawan Malaysia!