
Ungkapan kekesalan dan sumpah serapah yang terlontar dari mulut suporter Persis Solo (pasoepati-red) mungkin tidak ada salahnya, jika menengok gelagat Persis Solo yang tak kunjung berprestasi.
Bisa di katakan suporter sudah melakukan apapun yang mereka mampu agar tim kesayangannya bisa memberikan prestasi terbaik. Namun nampaknya pasoepati hanyaakan menjadi pesakitan di tengah tribun stadion Manahan Solo.
Persis yang menjadi tim idola di eks-Karesidenan Surakarta seakan hanya menjadi tim penggembira karena hanya mampu berprestasi juru kunci di tiga musim terakhir.
Musim ini? Bisa dikata sepakbola Solo sedang berada di titik terendah. munculnya 2 tim Persis Solo (PT.LI dan LPIS) membuat suporter semakin antipati terhadap para pengurus Persis Solo yang sudah 4 musim tidak bisa menghadirkan prestasi.
Well, anyway saya lebih pilih No Comment dan pilih Pensiun sementara dari dunia suporter sampai ada titik jelas dari konflik di Sepakbola Solo dan Nasional.

bukan pensiun lebih tepatnya kita bersembunyi dahulu sampai ada titik temu dari konflik ini. tapi jiwa ini masih PASOEPATI yg setia mendukung PERSIS SOLO